INDONESIA KALAH dengan budaya membaca di Papua,

04:11:00
Oleh Natto Tebai

Jangan salah dengan judul ini. Mungkin kamu akan mengira bahwa Papua adalah pemenang dari minat membaca. Iya, tepatnya Orang Papua adalah pemenang dengan malas membacanya. Kini banyak Orang Papua sedang mengikuti gaya hidup orang indonesia bagian barat. Mereka lebih suka membaca status/tautan sahabatnya yang sedang galau di media sosial ketimbang membaca informasi penting lainnya.


Minimnya minat baca di Indonesia.

Budaya membaca sangat minim di indonesia. Malas membaca menjadi suatu kebiasaan bagi banyak orang di indonesia. Banyak orang di Indo yang lebih suka membaca status sahabatnya yang lagi galau di medsos (media sosial) ketimbang membaca informasi yang lebih penting. Padahal kita tahu, banyak hal penting yang harus dibaca setiap waktu.. 

Berikut beberapa laporan haril penelitian yang menyebutkan bahwa indonesia sangat minim minat bacanya. Pada tahun 2010, sebuah penelitian dari
Programme for international student assessment (PISA) menyebutkan bahwa budaya literasi (membaca dan menulis) di indonesia terburuk ke dua dari 65 negara yang disertakan dalam penelitian tersebut. Indonesia menempati urutan 64 dari 65 negara. Selain itu, PISA juga menempatkan indonesia pada posisi 56 dari 65 negara sebagai membaca siswa.

Menurut data statistik UNESCO pada tahun 2012, minat baca di indonesia baru mancapai 0,001%. Artinya, dari 1000 penduduk indonesia terdapat 1 orang yang memiliki minat baca. ini membuktikan bahwa minat baca di indonesia masih sangat rendah.

Pada tahun 2012 juga, B
adan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sembilan dari sepuluh penduduk berusia 10 tahun ke atas lebih menyukai menonton televisi. Sebaliknya, hanya 3 dari 20 warga yang menyukai membaca surat kabar, buku, dan majalah. 

Taufiq Ismail, sastrawan nasional, pernah menyatakan bahwa di Jerman siswa wajib menamatkan 22-32 judul buku (1966-1975), Jepang 15 judul buku (1969-1972), Malaysia 6 judul buku (1976-1980), Singapura 6 judul buku (1982-1983), Thailand 5 judul buku (1986-1991). Di Indonesia sejak tahun 1950-1997 terdapat nol buku atau tidak ada kewajiban bagi siswa untuk menamatkan satu judul buku pun. Kondisi ini masih berlangsung hingga sekarang.

Minat membaca Orang Papua.


Kalau tadi kita berbicara minat baca Orang Indonesia, lalu bagamana minat baca Orang Papua ? 

Minat membaca di Papua belum menjadi sebauh budaya atau kebiasaan. Dalam hal ini, tidak jauh berbeda dengan orang indonesia di wilayah barat. Orang Papua sedang mengalami hal yang sama. Malahan, Orang Papua sedang mengalami kemunduran dengan mengikuti budaya malas dari orang indonesia di wilayah barat. (Budayakan Membaca)

Kehadiran teknologi malah membuat Orang Papua menjadi malas. Bekal pemahaman yang kurang membuat orang papua jatuh dan mengikuti arus teknologi. Lihat saja, Orang Papua sekarang lebih senang membuka facebook, instagram dan medsos lainnya hanya untuk membaca status-status galau atau hanya sekedar melihat foto-foto sahabat-sahabatnya. Orang Papua sekarang juga lebih diasyikan dengan menonton dan mendengarkan lansung ketimbang membaca. Padahal dengan membaca banyak hal bisa didapatkan disana.

 

Kurangnya informasi membuat banyak Orang Papua tidak tahu banyak hal. Pemahaman yang kurang baik juga membuat Papua semakin tertinggal. Banyak hal yang membuat Papua menjadi terbelakang.

Budaya malas membaca sudah terbentuk di Papua. Budaya Ini sangat berbahaya bila tidak diatasi sejak dini. Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk minat baca siswa. Lingkungan yang baik juga dapat membantu anak sejak dini untuk menyukai buku. Yang paling penting adalah orang Tua. Sedini mungkin, sangat baik untuk membacakan cerita yang mampu meningkatkan imajinasi anak. 

Hasil survei kompas menyebutkan, kebiasaan membaca adalah hasil pembentukan. Karenanya, keluarga, sekolah dan lingkungan sangat mempengaruhi untuk membiasakan diri untuk membaca.

Mengutip kalimat, " 
Buku adalah jendela dunia " Kutipan ini menerangkan manfaat dari membaca buku. Faktanya adalah iya. Dengan membaca, buku..

Buku mampu mengajarkan.
Buku mampu membuat paham
Buku mampu mengubah pola pikir dan
Buku mampu membuka cakrawala




Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔