Selain makanan ringan, secangkir kopi panas
selalu menemani saya dalam keseharian. Apalagi kalau mengambil jam lembur malam. Paling sedikit dua gelas kopi
berisikan 250 ml akan menemani saya saat siang (santai) dan malam. Bagi saya,
secangkir kopi akan menjamin saya tetap terjaga atau setidaknya dapat menemani
saya hingga pekerjaan selesai. Setiap hari Kopi membuat saya lebih santai. Bahkan
untuk melepaskan lelah, solusinya pasti kopi. Ternyata hal serupa juga terjadi
pada teman-teman saya dan kebanyakan orang di Indonesia. Kini kopi membuat saya
tergantung padanya.
![]() |
| Foto: Coffee |
Setelah mengetahui hasil laboratorium, jawaban
dari pertanyaan saya terjawab, yaitu Kafein. Kafein adalah suatu senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan
berasa pahit. Zat ini bekerja dalam tubuh sebagai obat perangsang psikoaktifdan
diuretik ringan. Selain dalam kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam teh,
minuman ringan, serta coklat dalam kadar yang bervariasi. Secangkir kopi
mengandung sekitar 80 miligram kafein, dan satu cangkir teh atau satu soda
mengandung sekitar 50 miligram kafein. Cokelat juga mengandung kafein dan
teobromin, yang berperan seperti kafein.
Sebagai stimulan, dua cangkir kopi dapat
membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Atas dasar inilah, para
pekerja malam atau pekerja lintas batas
gemar mengkonsumsinya supaya dapat bekerja dengan baik.
Dari
sudut pandang kesehatan, kafein bermamfaat untuk mengurangi gejala batu ginjal
dan batu empedu.
Penelitian menunjukan bahwa 81.000 perempuan
yang diberi perlakuan minum kopi 200 ml atau sekitar satu cangkir per hari
menunjukan berkurang resiko batu ginjal sebanyak 10%. Hasil yang sama
didapatkan dari studi pada 45.000 pria.
Untuk menjadikan kopi bermanfaat bagi tubuh
harus dikonsumsikan dalam jumlah ideal. Karena tidak selamanya kafein yang ada
dalam kopi dapat menjadi teman yang baik bagi tubuh.
Kafein
dan Ketagihan.
Apakah benar kafein membuat ketagihan ?
kafein memang mengakibatkan ketagihan
ringan, terutama jika mengkonsumsikannya secara rutin/berlebihan. Bagaimana
kita mengetahuinya ? Ketagihan kafein dapat dikenali apabila muncul putus
candunya. Gejalah putus candu adalah gejalah sakit tertentu yang timbul akibat
tidak mengkonsumsinya suatu zat. Gejalah putus candunya biasanya
berupa sakit kepala, misalnya saat pagi hari atau 12-16 jam sejak terakhir
minum kopi. Selain sakit kepala, kafein juga dapat mengakibatkan sakit maag,
khususnya apabila diminum dalam kondisi perut kosong atau kurang terisi. Maka, banyak penderita maag yang perutnya
mulas setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.
Sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal
US Pharmacist, W. Stephen Pray melaporkan bahwa mengkonsumsi kafein secara
berlebihan justru dapat merugikan kesehatan. Beberapa keluhan yang muncul
biasanya adalah sakit kepala, kelelahan, kecemasan, mudah marah, gangguan mood,
dan sulit untuk konsentrasi. Beberapa usaha dilakukan untuk memecahkan masalah
dengan menambah kafein, tetapi hal itu justru memperburuk keadaan. Satu-satunya
jalan, penderita harus harus mengurangi asupan kafein semaksimal mungkin. Ini
berarti tidak hanya berhenti mengkonsumsi kopi tetapi juga hidangan lain yang
mengandung kafein. Singkat kata, demi kesehatan tubuh kita tidak mengkonsumsi
kopi secara berlebihan. Sejauh mana batasannya tergantung kondisi kesehatan
masing-masing orang. Bukankah segala sesuatu yang dikonsumsikan secara
berlebihan akan berdampak buruk pada tubuh ?
Bagi
Anak-anak
Saat masih kecil saya perna ditegur oleh ibu
karena minum secangkir kopi punya ayah saya. Katanya, tidak boleh minum, kopi itu minuman orang dewasa. Nanti otak kau jadi bodok. Menurut saya Saat
itu ibu berlebihan. Namun, setelah tahu bahwa anak-anak hanya memerlukan dosis
kafein dalam jumlah yang sedikit. Untuk itu saya berterimakasih kepada ibu
saya. Selain itu ada alasan lain mengharuskan orangtua untuk membatasi konsumsi
kafein bagi anak-anak.
Pertama, mengkonsumsi terlalu banyak manis
yang mengandung kafein dapat menyebabkan gigi berongga dan merusak enamel gigi
anak. Karena kafein akan membuat ketagihan dan sangat disayangkan jika kafein
membuat anak-anak terus mengkonsumsinya. Kedua, kafein sebagai zat diuretik
dapat memicu dehidrasi tubuh. Karena itu, pembatasan konsumsi kafein perlu
dilakukan terhadap anak-anak. Mengapa ? karena kebanyakan anak jarang
mengkonsumsi air putih sebagai pengganti cairan yang hilang dalam tubuh. Kadang
mereka lebih memilih yang manis, yang mengandung kafein. Ketiga, kafein dapat memperburuk masalah jantung dan gangguan saraf,
sehingga cukup berbahaya jika anak kecil sudah terbiasa mengkonsumsi kafein.
Perlu diperhatikan bahwa tidak hanya kopi yang
bengandung kafein. Kandungan kafein juga terdapat dalam minuman teh, coklat, es
krim kopi, minuman soda. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan asupan
dari makanan dan minuman tersebut. Selain itu, Jika anak sudah terlanjur sering
mengkonsumsi kafein, usahakan untuk mengurangi porsinya secara perlahan._Natto Tebai


0 Komentar
Penulisan markup di komentar