Kafein dari Kopi

01:36:00
Selain makanan ringan, secangkir kopi panas selalu menemani saya dalam keseharian. Apalagi kalau mengambil  jam lembur malam. Paling sedikit dua gelas kopi berisikan 250 ml akan menemani saya saat siang (santai) dan malam. Bagi saya, secangkir kopi akan menjamin saya tetap terjaga atau setidaknya dapat menemani saya hingga pekerjaan selesai. Setiap hari Kopi membuat saya lebih santai. Bahkan untuk melepaskan lelah, solusinya pasti kopi. Ternyata hal serupa juga terjadi pada teman-teman saya dan kebanyakan orang di Indonesia. Kini kopi membuat saya tergantung padanya.

Foto: Coffee
Suatu hari ketika saya lagi santai dengan segelas kopi sambil dengarin musik, muncul suatu pertanyaan, “ Apa sebenarnya zat yang terkandung dalam Kopi, sehingga mampu membuat orang yang meminumnya dapat  terjaga dan mampu membuat orang ketagihan ?
Setelah mengetahui hasil laboratorium, jawaban dari pertanyaan saya terjawab, yaitu Kafein. Kafein adalah suatu senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit. Zat ini bekerja dalam tubuh sebagai obat perangsang psikoaktifdan diuretik ringan. Selain dalam kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam teh, minuman ringan, serta coklat dalam kadar yang bervariasi. Secangkir kopi mengandung sekitar 80 miligram kafein, dan satu cangkir teh atau satu soda mengandung sekitar 50 miligram kafein. Cokelat juga mengandung kafein dan teobromin, yang berperan seperti kafein.
Foto: Molekul Kafein
Sebagai stimulan, dua cangkir kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Atas dasar inilah, para pekerja malam  atau pekerja lintas batas gemar mengkonsumsinya supaya dapat bekerja dengan baik.
Dari sudut pandang kesehatan, kafein bermamfaat untuk mengurangi gejala batu ginjal dan batu empedu.
Penelitian menunjukan bahwa 81.000 perempuan yang diberi perlakuan minum kopi 200 ml atau sekitar satu cangkir per hari menunjukan berkurang resiko batu ginjal sebanyak 10%. Hasil yang sama didapatkan dari studi pada 45.000 pria.
Untuk menjadikan kopi bermanfaat bagi tubuh harus dikonsumsikan dalam jumlah ideal. Karena tidak selamanya kafein yang ada dalam kopi dapat menjadi teman yang baik bagi tubuh.

Kafein dan Ketagihan.
Apakah benar kafein membuat ketagihan ? kafein  memang mengakibatkan ketagihan ringan, terutama jika mengkonsumsikannya secara rutin/berlebihan. Bagaimana kita mengetahuinya ? Ketagihan kafein dapat dikenali apabila muncul putus candunya. Gejalah putus candu adalah gejalah sakit tertentu yang timbul akibat tidak mengkonsumsinya suatu zat. Gejalah putus candunya biasanya berupa sakit kepala, misalnya saat pagi hari atau 12-16 jam sejak terakhir minum kopi. Selain sakit kepala, kafein juga dapat mengakibatkan sakit maag, khususnya apabila diminum dalam kondisi perut kosong atau kurang terisi.  Maka, banyak penderita maag yang perutnya mulas setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein.
Sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal US Pharmacist, W. Stephen Pray melaporkan bahwa mengkonsumsi kafein secara berlebihan justru dapat merugikan kesehatan. Beberapa keluhan yang muncul biasanya adalah sakit kepala, kelelahan, kecemasan, mudah marah, gangguan mood, dan sulit untuk konsentrasi. Beberapa usaha dilakukan untuk memecahkan masalah dengan menambah kafein, tetapi hal itu justru memperburuk keadaan. Satu-satunya jalan, penderita harus harus mengurangi asupan kafein semaksimal mungkin. Ini berarti tidak hanya berhenti mengkonsumsi kopi tetapi juga hidangan lain yang mengandung kafein. Singkat kata, demi kesehatan tubuh kita tidak mengkonsumsi kopi secara berlebihan. Sejauh mana batasannya tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang. Bukankah segala sesuatu yang dikonsumsikan secara berlebihan akan berdampak buruk pada tubuh ?

Bagi Anak-anak
Saat masih kecil saya perna ditegur oleh ibu karena minum secangkir kopi punya ayah saya. Katanya, tidak boleh minum, kopi itu minuman orang dewasa. Nanti otak kau jadi bodok. Menurut saya Saat itu ibu berlebihan. Namun, setelah tahu bahwa anak-anak hanya memerlukan dosis kafein dalam jumlah yang sedikit. Untuk itu saya berterimakasih kepada ibu saya. Selain itu ada alasan lain mengharuskan orangtua untuk membatasi konsumsi kafein bagi anak-anak.
Pertama, mengkonsumsi terlalu banyak manis yang mengandung kafein dapat menyebabkan gigi berongga dan merusak enamel gigi anak. Karena kafein akan membuat ketagihan dan sangat disayangkan jika kafein membuat anak-anak terus mengkonsumsinya. Kedua, kafein sebagai zat diuretik dapat memicu dehidrasi tubuh. Karena itu, pembatasan konsumsi kafein perlu dilakukan terhadap anak-anak. Mengapa ? karena kebanyakan anak jarang mengkonsumsi air putih sebagai pengganti cairan yang hilang dalam tubuh. Kadang mereka lebih memilih yang manis, yang mengandung kafein. Ketiga, kafein dapat memperburuk masalah jantung dan gangguan saraf, sehingga cukup berbahaya jika anak kecil sudah terbiasa mengkonsumsi kafein.
Perlu diperhatikan bahwa tidak hanya kopi yang bengandung kafein. Kandungan kafein juga terdapat dalam minuman teh, coklat, es krim kopi, minuman soda. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan asupan dari makanan dan minuman tersebut. Selain itu, Jika anak sudah terlanjur sering mengkonsumsi kafein, usahakan untuk mengurangi porsinya secara perlahan._Natto Tebai

Share this :

First
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔