Artikel ini bahasannya tentang mesir. Dalam penulisan berikut, saya bagi menjadi 3 bagian, yakni Mesir masa dulu, mesir masa sekarang dan yang akan datang. Ulasan artikel ini saya bahas dari sudut pandang alkitab, tentunya dari beberapa sumber. Sekali lagi, untuk menjadi catatan penting bahwa artikel ini bukan dari sudut pandang politik tetapi merupakan suatu tafsiran dan prediksi dari dalam Alkitab. Hanya untuk membuktikan rasa penasaran dan rasa curiosity.
Mesir yang dulu.
Dalam bahasa Ibrani, Mesir disebut sebagai Mizraim, yang secara harfiah
berarti Hitam. Dalam pelajaran antropologi disebut keturunan Negroid. Sedangkan
dalam Alkitab disebutkan bahwa Mizraim adalah anak kedua dari Ham. Sedangkan
Ham adalah anak bungsu dari Nabi Nuh, yang mendapat kutuk dari
ayahnya. Akibatnya, keturunan Ham menjadi hamba dari keturunan Sem dan
Yafet (kejadian 9:25).
![]() |
| Sumber: http://rovicky.wordpress.com |
Dalam
catatan sejarah, Mesir telah menjadi sebuah kerajaan besar sejak tahun
3100 SM. Sebanyak 30 Dinasti telah dilaluinya.
|
Dalam Alkibat, Mesir disebutkan sejak zaman Nabi Abraham. Pada massa itu
Mesir menjadi kerajaan yang paling besar. Pada masa kejayaanya lahirlah Bangsa
Israel, ketika Yakup dan semua keluarganya masuk ke Mesir sekitar tahun 1875
SM. Saat kejayaannya, Bangsa Israel dijadikan Budak bagi orang Mesir sehingga
pada massa itu bangsa mesir membutuhkan seorang utusan Allah untuk menyelamatkan
mereka. Yang kemudian oleh Nabi Musa bangsa Israel dibawah keluar dari
perbudakan Mesir menuju tanah perjanjian. Tanah yang dijanjikan Tuhan dalam
Alkitab.
Kekalahan Mesir.
Dalam sejarahnya, Mesir telah ditaklukan oleh kerajaan Babilon pada tahun
605 SM. Kemudian di tahun 525 SM oleh Kerajaan Media tetapi tanpa pertumpahan
darah. Untuk ketiga kalinya Mesir dikalahkan oleh Yunani, dibawah pimpinan
Alexander the Great.
Kemudian pada tahun 641-1517, Mesir perna berada dibawah pemerintahan para
khalifah Arab. Pada masa inilah pertama kali Agama Islam masuk ke Mesir.
Tidak heran bila pada masa kini, sekitar 90% rakyat mesir beragama Islam.
Kemudian pada tahun 1798-1801, Mesir perna ditaklukan oleh Perancis dibawah
Pimpinan seorang Jendral yang terkenal, Napoleon Bonaparte.
Pada tanggal 28 Februari 1922 Mesir menjadi bangsa yang merdeka. Mesir
terlibat dalam perang besar-besaran melawan Israel. Namun, Israel selalu
mengalami kekalahan.
Pertama, saat Israel memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 14 Mei 1948.
Kedua, kemenangan Israel dalam perang selama 6 hari “Perang 6 hari” pada
tahun 1967.
Ketiga, kemenangan saat “Perang Yom Kippur” di tahun 1973.
Dalam perang-perang ini, Mesir selalu menjadi pecundang. Bagi Bagsa Israel,
semua kemenangan itu adalah mujizat dari Yohova El Shaddai, Tuhan Yang Maha Esa
yang disembah oleh Nabi Musa.
Dalam Alkitab, Mesir memiliki keunikan tersendiri.
Pertama, saat kelaparan Abraham masuk ke Mesir. Setelah meninggalkan Mesir, Hagar
yang menjadi istrinya mengikutinya keluar dari Mesir dan kemudian lahirlah
Ismail. Kemudian Ismaillah yang menghadirkan 12 bangsa-bangsa Arab
(Kejadian 16:1-3; 25:12-16).
Kedua, Yakub dan keluarganya masuk ke Mesir. Mereka berkembangbiak di sana dan
menjadi cikal bakal lahirnya bangsa Israel, hal itu berlansung selama 430
tahun (keluaran 12:40).
Ketiga, ketika masih bayi, Yesus disembunyikan di Mesir selama tiga setengah
tahun. Hal ini terjadi karena ada ancaman oleh Raja Herodes. Namun yang jadi
pertanyaan, mengapa harus ke Mesir ? (Matius 2:13-15).
Mesir masa kini.
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid
Giza, Kuil karnak dan Lembah Raja serta Kuil
Ramses. Di Luxor, sebuah kota di
wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65%
artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat
budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.
Lebihnya Mesir terkenal dengan Piramid dan Sphinx. Piramid dan Sphinx
merupakan peninggalan kuno yang menjadi kebanggan bangsa dan negara Mesir. Ini
menjadi daya tarik tersendiri bagi Mesir. Ibu kotanya adalah Cairo/Kairo.
Jumlah Rakyat sekitar 54,7 juta jiwa, jauh lebih besar dari penduduk Indonesia
yang berkisar 235,5 juta jiwa.
Pada masa ini, luas tanah Mesir sekitar 389.400 mil persegi atau sekitar
999.739 km2. Sekitar 96% gersang (padang gurun), 4% tanahnya subur,
yaitu tanah Gosyem. Tanah Gosyem yang dulunya diberikan Firaun kepada
Yusuf/bangsa Israel.
Setelah Perang Yom Kippur dan setelah perjanjian Camp
David, saat ini Mesir, Yordania dan Israel mengadakan hubungan kerjasama
dibidang pariwisata.
Turis indonesia yang ingin berkunjung ke Mesir pastinya tidak bisa lansung
ke Mesir. Ia harus lebih dulu mendarat di kota Amman, Ibu kota Yordania. Ini
karena Indonesia dan Yordania memiliki hubungan diplomatik yang resmi, sejak
ditandatanganinya perjanjian Camp David pada 26 maret 1979. Lalu Yordania ke
Kairo, Mesir. Sebab itu, bagi para turis dari indonesia yang rindu akan kota
Yerusalem, danau galilea, bukit zaitun dan berbagai tempat bersejarah di
Israel, akan mendapat pintu masuk lewat kairo (Mesir).
Dalam hal ini Mesir juga diuntungkan karena dengan membuka pintu masuk
menuju Israel, para turis yang berkunjung ke Israel akan meluangkan beberapa
waktu untuk melihat Piramid dan Sphinx.
Seperti yang dikabarkan oleh Pdt. Gideon Sucahyo, S.Th dalam Christian
lifestyle Magazine, Di tepi pantai Mesir bagian Timur/timur laut, dibangun
hotel-hotel berbintang dengan dana dari para konglomerat (orang) Yahudi.
Hotel-hotel itu merupakan tempat perjudian yang resmi. Dikabarkan juga bahwa,
yang bermain judi adalah orang Yahudi/Israel dan berbagai bangsa-bangsa lain.
Dengan Ini, Mesir juga diuntungkan dengan menarik pajak yang jumlahnya Jutaan
dolar per bulan. Ini menjadi pendapatan tambahan bagi pemerintah Mesir dan
mengalir secara rutin.
Para pejuang Arab/Palestine mengganggap Mesir sebagai Penghianat karena
telah mengingkari sumpah “ Perang Melawan Israel “ pada Liga bangsa-bangsa
Arab.
Namun, pemimpin Mesir dari Anwar al Sadat sampai Hosni Mubarak, melihat
masalah Palestine –Israel dari sudut pandang yang rasional. Hal ini dapat
dilihat dari:
Pertama, PBB (UNO) telah mengakui secara sah bahawa Israel adalah satu bangsa yang
eksis.
Kedua, Berpegang pada keputusan PBB bahwa Tanah Palestina “dibagi dua” menjadi
milik bersama antar Palestina dan Israel.
Ketiga, Tiga kali Mesir telah melakukan kekerasan (Perang) melawan Israel, yaitu
di tahun 1948, 1967 dan 1973. Ketiga-tiganya telah gagal (kalah) total, sebab
itu Mesir tidak berani untuk menyerang Israel lagi.
Keempat, tidak seperti Palestine, Israel saat ini menjadi negara dengan kekuatan
militer 10 Besar dunia yang juga dilengkapi rudal-rudal berkepala nuklir.
Hosni Mubarak perna mengarahkan Palestina agar mau menyelesaikan konflik
dengan Israel di Meja Perundingan dan lebih mengutamakan “Kekuatan minyak bumi”
sebagai senjata politik. Walau kelompok ekstrim Palestina tetap bersikeras tapi
Mesir tetap tidak tergoyahkan. Mengapa ?
Mesir Yang Akan Datang.
Sebagai pusat peradaban bangsa yang besar, banyak para pengamat yang sedang
mengamati Mesir di masa yang akan datang. Berikut uraian singkat berdasarkan
Alkitab yang dikutip oleh Pdt. Gideon Sucahyo, S.Th:
“ Ia akan menjangkau negeri-negeri, dan negeri Mesir tidak akan terluput.
Ia akan menguasai harta benda emas dan perak dan segala barang berharga negeri
Mesir, dan orang Libia seta orang Etiopia akan mengikuti dia.” (Daniel 11:42,43).
Ayat ini merupakan nubuat tentang masa depan Mesir di akhir zaman. Yaitu,
Mesir akan diserbu dan akan dikalahkan oleh Antikris yang diiringi oleh
beberapa negara. Secara politik belum diketahui secara pasti, apa penyebab
kehancuran itu nantinya.
Perdiksi pertama, Mesir menolak rencana antikris dan Nabi Palsunya untuk
meniadakan Nasionalisme dan menentang faham Internasionalisme yang
dikumandangkan oleh antikris dan Nabi Palsu Akhir Zaman.
Perdiksi kedua, Mesir tetap berkomitmen dengan perjanjian Camp David yang
ditandatangani oleh Anwar al Sadat (Presiden Mesir), Menachem Begin
(Israel) dan Jimmy Carter (USA).
Banyak koalisi yang digalang pemimpin dunia. Tujuan utama adalah untuk
menghancurkan Israel namun Mesir cukup jeli melihat hal itu sehingga Mesir
tidak bergabung. Akibatnya sang penguasa murka. Dengan dibantu oleh Etiopia dan
Libya, Antikris akan menyerang dan mengalahkan Mesir. Mesir akan dijarah.
Namun, setalah kehancuran/kekalahan, Mesir akan akan menerima belas kasihan dan
petolongan Tuhan.
“ pada waktu itu akan ada mezba bagi Tuhan ditengah-tengah tanah Mesir dan
tugu peringatan bagi Tuhan pada perbatasannya. Itu akan menjadi tanda kesaksian
bagi Tuhan semesta alam ditanah Mesir: Apabila mereka berseruh kepada Tuhan
karena orang-orang penindas, maka ia akan mengirimkan seorang juruselamat
kepada mereka. Tuhan akan menyatakan diri kepada orang Mesir, dan Orang Mesir
akan mengenal Tuhan pada waktu itu; mereka akan beribadah dengan korban
sembelihan dan korban sajian, dan mereka akan bernazar bagi Tuhan serta membayar
nazar itu. Tuhan akan menghajar orang Mesir, akan menghajar dan menyembuhkan;
dan mereka akan berbalik kepada Tuhan dan Ia akan mengabulkan doa merka serta
menyembuhkan mereka. “ (Yesaya. 19:19-22)
Dari ayat diatas terlihat jelas bahwa setelah kehancuran, bangsa Mesir akan
dipulihkan oleh Tuhan. Tuhan akan memilih seorang tokoh untuk menyelamatkan dan
memulihkan Mesir, pada masa akhir zaman. Pada masa akhir zaman juga, secara
ajaib (Atas kemurahan Tuhan) bangsa Mesir akan menerima Yesus Kristus sebagai
Juruselamat mereka. Allah akan menolong mereka untuk melawan para penjajah dan
akan membalikan keadaan. Di ujung akhir zaman, Mesir akan dipulihkan oleh
Allah.



0 Komentar
Penulisan markup di komentar